Hidrogen

1
H
Golongan
1
Periode
1
Blok
s
Proton
Elektron
Neutron
1
1
0
Sifat Umum
Nomor atom
1
Massa atom
1,00794
Nomor massa
1
Kategori
Nonlogam lainnya
Warna
Tak berwarna
Radioaktif
Tidak
Dari kata Yunani hydro, air, dan genes, membentuk
Struktur kristal
Segienam Sederhana
Sejarah
Henry Cavendish pertama kali membedakan hidrogen dari gas lain pada tahun 1766 ketika ia mempersiapkannya dengan mereaksikan asam klorida dengan seng.

Pada tahun 1670, ilmuwan Inggris Robert Boyle telah mengamati produksinya dengan mereaksikan asam kuat dengan logam.

Ilmuwan Prancis Antoine Lavoisier kemudian memberi nama unsur ini hidrogen pada tahun 1783.
Elektron per kulit
1
Konfigurasi elektron
1s1
H
Hidrogen adalah komponen utama Jupiter dan planet-planet raksasa gas lainnya
Sifat Fisika
Fase
Gas
Kepadatan
0,00008988 g/cm3
Titik lebur
14,01 K | -259,14 °C | -434,45 °F
Titik didih
20,28 K | -252,87 °C | -423,17 °F
Kalor peleburan
0,558 kJ/mol
Kalor penguapan
0,452 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
14,304 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
0,15%
Kelimpahan di alam semesta
75%
Botol
Kredit Gambar: Images-of-elements
Botol berisi hidrogen ultrapur yang bercahaya
Nomor CAS
1333-74-0
Nomor PubChem CID
783
Sifat Atom
Jari-jari atom
53 pm
Jari-jari kovalen
31 pm
Elektronegativitas
2,2 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
13,5984 eV
Volume atom
14,4 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,001815 W/cm·K
Bilangan oksidasi
-1, 1
Aplikasi
Hidrogen cair digunakan sebagai bahan bakar roket.

Hidrogen biasa digunakan di pembangkit listrik sebagai pendingin dalam generator.

Dua isotop hidrogen yang lebih berat (deuterium dan tritium) digunakan dalam fusi nuklir.

Digunakan sebagai gas pelindung dalam metode pengelasan seperti pengelasan hidrogen atomik.
Hidrogen menimbulkan sejumlah bahaya keselamatan, mulai dari kebakaran saat bercampur dengan udara hingga bersifat asfiksian dalam bentuk murninya
Isotop
Isotop stabil
1H, 2H
Isotop tidak stabil
3H, 4H, 5H, 6H, 7H