Argon

18
Ar
Golongan
18
Periode
3
Blok
p
Proton
Elektron
Neutron
18
18
22
Sifat Umum
Nomor atom
18
Massa atom
39,948
Nomor massa
40
Kategori
Gas mulia
Warna
Tak berwarna
Radioaktif
Tidak
Dari bahasa Yunani argos, tidak aktif
Struktur kristal
Kubik Berpusat-muka
Sejarah
Argon diduga terdapat di udara oleh Henry Cavendish pada tahun 1785.

Unsur ini baru diisolasi pada tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay di Skotlandia.

Argon menjadi anggota pertama gas mulia yang ditemukan.

Pada tahun 1957, IUPAC menyetujui bahwa simbol harus diubah dari A menjadi Ar.
Elektron per kulit
2, 8, 8
Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p6
Ar
Argon menghasilkan laser gas berwarna biru-hijau yang khas
Sifat Fisika
Fase
Gas
Kepadatan
0,0017837 g/cm3
Titik lebur
83,8 K | -189,35 °C | -308,83 °F
Titik didih
87,3 K | -185,85 °C | -302,53 °F
Kalor peleburan
1,18 kJ/mol
Kalor penguapan
6,5 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
0,52 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
0,00015%
Kelimpahan di alam semesta
0,02%
Botol
Kredit Gambar: Images-of-elements
Botol berisi argon ultrapur yang bercahaya
Nomor CAS
7440-37-1
Nomor PubChem CID
23968
Sifat Atom
Jari-jari atom
71 pm
Jari-jari kovalen
106 pm
Elektronegativitas
-
Potensi Ionisasi
15,7596 eV
Volume atom
22,4 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,0001772 W/cm·K
Bilangan oksidasi
0
Aplikasi
Gas argon digunakan untuk mengisi bohlam lampu pijar dan fluoresen konvensional.

Argon juga digunakan sebagai perisai gas inert untuk pengelasan dan pemotongan busur, sebagai selimut untuk produksi titanium dan elemen reaktif lainnya.

Argon digunakan sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan kristal silikon dan germanium.
Argon dianggap tidak toksik
Isotop
Isotop stabil
36Ar, 38Ar, 40Ar
Isotop tidak stabil
30Ar, 31Ar, 32Ar, 33Ar, 34Ar, 35Ar, 37Ar, 39Ar, 41Ar, 42Ar, 43Ar, 44Ar, 45Ar, 46Ar, 47Ar, 48Ar, 49Ar, 50Ar, 51Ar, 52Ar, 53Ar