Selenium

34
Se
Golongan
16
Periode
4
Blok
p
Proton
Elektron
Neutron
34
34
45
Sifat Umum
Nomor atom
34
Massa atom
78,96
Nomor massa
79
Kategori
Nonlogam lainnya
Warna
Abu-abu
Radioaktif
Tidak
Dari kata Yunani Selene, bulan
Struktur kristal
Monoklinik Sederhana
Sejarah
Selenium pertama kali diamati sekitar tahun 1300 oleh alkimiawan Arnold dari Villanova.

Selenium ditemukan pada tahun 1817 oleh Jöns Jacob Berzelius dan Johan Gottlieb Gahn yang mencatat kemiripan unsur baru tersebut dengan telurium yang sudah dikenal sebelumnya.

Pada tahun 1873, Willoughby Smith menemukan bahwa hambatan listrik selenium abu-abu bergantung pada cahaya sekitar.
Elektron per kulit
2, 8, 18, 6
Konfigurasi elektron
[Ar] 3d10 4s2 4p4
Se
Kekurangan selenium pada hewan dapat menyebabkan pertumbuhan lambat
Sifat Fisika
Fase
Solid
Kepadatan
4,809 g/cm3
Titik lebur
494,15 K | 221 °C | 429,8 °F
Titik didih
958,15 K | 685 °C | 1265 °F
Kalor peleburan
5,4 kJ/mol
Kalor penguapan
26 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
0,321 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
5×10-6%
Kelimpahan di alam semesta
3×10-6%
Selenium
Kredit Gambar: Images-of-elements
Selenium hitam, amorf ultrapur
Nomor CAS
7782-49-2
Nomor PubChem CID
6326970
Sifat Atom
Jari-jari atom
120 pm
Jari-jari kovalen
120 pm
Elektronegativitas
2,55 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
9,7524 eV
Volume atom
16,45 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,0204 W/cm·K
Bilangan oksidasi
-2, 2, 4, 6
Aplikasi
Selenium digunakan dalam industri kaca untuk menghilangkan warna kaca dan membuat kaca dan enamel berwarna merah.

Selenium digunakan sebagai katalis dalam banyak reaksi kimia.

Selenium juga digunakan sebagai toner fotografis dan sebagai aditif pada baja tahan karat.

Selenium sulfida digunakan dalam sampo anti-ketombe.
Banyak senyawa selenium, seperti selenat dan selenit, sangat toksik
Isotop
Isotop stabil
74Se, 76Se, 77Se, 78Se, 80Se
Isotop tidak stabil
65Se, 66Se, 67Se, 68Se, 69Se, 70Se, 71Se, 72Se, 73Se, 75Se, 79Se, 81Se, 82Se, 83Se, 84Se, 85Se, 86Se, 87Se, 88Se, 89Se, 90Se, 91Se, 92Se, 93Se, 94Se