Barium
56
Ba
Golongan
2
Periode
6
Blok
s
Proton
Elektron
Neutron
56
56
81
Sifat Umum
Nomor atom
56
Massa atom
137,327
Nomor massa
137
Kategori
Logam alkali tanah
Warna
Perak
Radioaktif
Tidak
Dari kata Yunani barys, berat
Struktur kristal
Kubik Berpusat-badan
Sejarah
Barium diidentifikasi sebagai unsur baru pada tahun 1774 oleh Carl Wilhelm Scheele.
Barium pertama kali diisolasi melalui elektrolisis garam barium cair pada tahun 1808, oleh Sir Humphry Davy di Inggris.
Robert Bunsen dan Augustus Matthiessen memperoleh barium murni melalui elektrolisis campuran cair barium klorida dan amonium klorida.
Barium pertama kali diisolasi melalui elektrolisis garam barium cair pada tahun 1808, oleh Sir Humphry Davy di Inggris.
Robert Bunsen dan Augustus Matthiessen memperoleh barium murni melalui elektrolisis campuran cair barium klorida dan amonium klorida.
Elektron per kulit
2, 8, 18, 18, 8, 2
Konfigurasi elektron
[Xe] 6s2
Pada dosis rendah, barium bertindak sebagai stimulan otot
Sifat Fisika
Fase
Solid
Kepadatan
3,594 g/cm3
Titik lebur
1000,15 K | 727 °C | 1340,6 °F
Titik didih
2170,15 K | 1897 °C | 3446,6 °F
Kalor peleburan
8 kJ/mol
Kalor penguapan
140 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
0,204 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
0,034%
Kelimpahan di alam semesta
1×10-6%

Nomor CAS
7440-39-3
Nomor PubChem CID
5355457
Sifat Atom
Jari-jari atom
222 pm
Jari-jari kovalen
215 pm
Elektronegativitas
0,89 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
5,2117 eV
Volume atom
39,24 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,184 W/cm·K
Bilangan oksidasi
2
Aplikasi
Barium digunakan sebagai getter flash dalam tabung vakum untuk menghilangkan sisa-sisa gas.
Barium sering digunakan dalam paduan barium-nikel untuk kawat busi.
Barium sulfat penting bagi industri minyak bumi sebagai cairan pengeboran di sumur minyak dan gas.
Barium juga digunakan dalam kedokteran untuk mendeteksi kelainan dalam sistem pencernaan.
Barium sering digunakan dalam paduan barium-nikel untuk kawat busi.
Barium sulfat penting bagi industri minyak bumi sebagai cairan pengeboran di sumur minyak dan gas.
Barium juga digunakan dalam kedokteran untuk mendeteksi kelainan dalam sistem pencernaan.
Senyawa barium yang larut dalam air bersifat racun
Isotop
Isotop stabil
130Ba, 132Ba, 134Ba, 135Ba, 136Ba, 137Ba, 138BaIsotop tidak stabil
114Ba, 115Ba, 116Ba, 117Ba, 118Ba, 119Ba, 120Ba, 121Ba, 122Ba, 123Ba, 124Ba, 125Ba, 126Ba, 127Ba, 128Ba, 129Ba, 131Ba, 133Ba, 139Ba, 140Ba, 141Ba, 142Ba, 143Ba, 144Ba, 145Ba, 146Ba, 147Ba, 148Ba, 149Ba, 150Ba, 151Ba, 152Ba, 153Ba