Litium

3
Li
Golongan
1
Periode
2
Blok
s
Proton
Elektron
Neutron
3
3
4
Sifat Umum
Nomor atom
3
Massa atom
6,941
Nomor massa
7
Kategori
Logam alkali
Warna
Perak
Radioaktif
Tidak
Dari kata Yunani lithos, batu
Struktur kristal
Kubik Berpusat-badan
Sejarah
Litium ditemukan oleh Johann Arfvedson pada tahun 1817 ketika ia menganalisis mineral dari pulau Uto di Swedia.

Logam murni diisolasi pada tahun berikutnya oleh kimiawan Swedia William Thomas Brande dan kimiawan Inggris Sir Humphry Davy yang bekerja secara independen.

Pada tahun 1855, litium dalam jumlah lebih besar diproduksi melalui elektrolisis litium klorida oleh Robert Bunsen dan Augustus Matthiessen.
Elektron per kulit
2, 1
Konfigurasi elektron
[He] 2s1
Li
Litium adalah satu-satunya logam yang bereaksi dengan nitrogen dalam kondisi normal
Sifat Fisika
Fase
Solid
Kepadatan
0,534 g/cm3
Titik lebur
453,69 K | 180,54 °C | 356,97 °F
Titik didih
1615,15 K | 1342 °C | 2447,6 °F
Kalor peleburan
3 kJ/mol
Kalor penguapan
147 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
3,582 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
0,0017%
Kelimpahan di alam semesta
6×10-7%
0,5
Kredit Gambar: Images-of-elements
0,5 gram lithium di bawah argon
Nomor CAS
7439-93-2
Nomor PubChem CID
3028194
Sifat Atom
Jari-jari atom
152 pm
Jari-jari kovalen
128 pm
Elektronegativitas
0,98 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
5,3917 eV
Volume atom
13,10 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,847 W/cm·K
Bilangan oksidasi
1
Aplikasi
Logam litium murni digunakan dalam baterai ion litium yang dapat diisi ulang.

Litium stearat digunakan sebagai pelumas serba guna dan suhu tinggi.

Litium digunakan dalam kaca dan keramik khusus.

Litium logam dan hidrida kompleksnya digunakan sebagai bahan aditif energi tinggi untuk propelan roket.
Litium bersifat korosif dan memerlukan penanganan khusus untuk menghindari kontak dengan kulit
Isotop
Isotop stabil
6Li, 7Li
Isotop tidak stabil
4Li, 5Li, 8Li, 9Li, 10Li, 11Li, 12Li