Astatin

85
At
Golongan
17
Periode
6
Blok
p
Proton
Elektron
Neutron
85
85
125
Sifat Umum
Nomor atom
85
Massa atom
[210]
Nomor massa
210
Kategori
Halogen
Warna
Perak
Radioaktif
Ya
Dari kata Yunani astatos yang berarti tidak stabil
Struktur kristal
n/a
Sejarah
Pada tahun 1869, keberadaan astatin pertama kali diprediksi oleh kimiawan Rusia Dmitri Mendeleev dan disebut unsur eka-iodin.

Pada tahun 1940, Dale R. Corson, Kenneth Ross MacKenzie, dan Emilio Segrè mengisolasi unsur tersebut di University of California, Berkeley.

Alih-alih mencari unsur tersebut di alam, para ilmuwan membuatnya dengan membombardir bismut-209 dengan partikel alfa.
Elektron per kulit
2, 8, 18, 32, 18, 7
Konfigurasi elektron
[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p5
At
Astatin lebih banyak terkonsentrasi di kelenjar tiroid
Sifat Fisika
Fase
Solid
Kepadatan
7 g/cm3
Titik lebur
575,15 K | 302 °C | 575,6 °F
Titik didih
610,15 K | 337 °C | 638,6 °F
Kalor peleburan
6 kJ/mol
Kalor penguapan
40 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
- J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
n/a
Kelimpahan di alam semesta
n/a
Emilio
Kredit Gambar: pauli.uni-muenster.de
Emilio Segrè, salah satu penemu elemen tersebut
Nomor CAS
7440-68-8
Nomor PubChem CID
n/a
Sifat Atom
Jari-jari atom
-
Jari-jari kovalen
150 pm
Elektronegativitas
2,2 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
9,3 eV
Volume atom
30 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,017 W/cm·K
Bilangan oksidasi
-1, 1, 3, 5, 7
Aplikasi
Astatin-211 yang baru terbentuk penting dalam kedokteran nuklir.

Setelah diproduksi, astatin harus segera digunakan karena meluruh dengan waktu paruh 7,2 jam.

Astatin-211 dapat digunakan untuk radioterapi partikel alfa yang ditargetkan, karena meluruh melalui emisi partikel alfa.
Astatin sangat radioaktif
Isotop
Isotop stabil
-
Isotop tidak stabil
193At, 194At, 195At, 196At, 197At, 198At, 199At, 200At, 201At, 202At, 203At, 204At, 205At, 206At, 207At, 208At, 209At, 210At, 211At, 212At, 213At, 214At, 215At, 216At, 217At, 218At, 219At, 220At, 221At, 222At, 223At