Aktinium

89
Ac
Golongan
n/a
Periode
7
Blok
f
Proton
Elektron
Neutron
89
89
138
Sifat Umum
Nomor atom
89
Massa atom
[227]
Nomor massa
227
Kategori
Aktinida
Warna
Perak
Radioaktif
Ya
Dari kata Yunani aktis, aktinos, yang berarti berkas atau sinar
Struktur kristal
Kubik Berpusat-muka
Sejarah
André-Louis Debierne, kimiawan Prancis, menemukan aktinium pada tahun 1899.

Ia memisahkannya dari residu bijih uranium yang ditinggalkan oleh Marie dan Pierre Curie setelah mereka mengekstraksi radium.

Friedrich Oskar Giesel secara independen menemukan aktinium pada tahun 1902 sebagai zat yang mirip dengan lantanum.
Elektron per kulit
2, 8, 18, 32, 18, 9, 2
Konfigurasi elektron
[Rn] 6d1 7s2
Ac
Aktinium bersinar dalam gelap dengan cahaya biru pucat
Sifat Fisika
Fase
Solid
Kepadatan
10,07 g/cm3
Titik lebur
1323,15 K | 1050 °C | 1922 °F
Titik didih
3471,15 K | 3198 °C | 5788,4 °F
Kalor peleburan
14 kJ/mol
Kalor penguapan
400 kJ/mol
Kapasitas kalor molar
0,12 J/g·K
Kelimpahan di kerak bumi
n/a
Kelimpahan di alam semesta
n/a
Ilustrasi
Kredit Gambar: Images-of-elements
Ilustrasi aktinium
Nomor CAS
7440-34-8
Nomor PubChem CID
n/a
Sifat Atom
Jari-jari atom
-
Jari-jari kovalen
215 pm
Elektronegativitas
1,1 (Skala Pauling)
Potensi Ionisasi
5,17 eV
Volume atom
22,54 cm3/mol
Kondusivitas termal
0,12 W/cm·K
Bilangan oksidasi
3
Aplikasi
Aktinium digunakan sebagai elemen aktif generator termoelektrik radioisotop, misalnya dalam pesawat ruang angkasa.

Waktu paruh menengah dari 227Ac menjadikannya isotop radioaktif yang sangat tepat dalam pemodelan pencampuran vertikal lambat perairan laut.

225Ac diterapkan dalam kedokteran untuk menghasilkan 213Bi dalam generator yang dapat digunakan kembali atau dapat digunakan sendiri sebagai agen untuk terapi radiasi.
Aktinium sangat radioaktif
Isotop
Isotop stabil
-
Isotop tidak stabil
206Ac, 207Ac, 208Ac, 209Ac, 210Ac, 211Ac, 212Ac, 213Ac, 214Ac, 215Ac, 216Ac, 217Ac, 218Ac, 219Ac, 220Ac, 221Ac, 222Ac, 223Ac, 224Ac, 225Ac, 226Ac, 227Ac, 228Ac, 229Ac, 230Ac, 231Ac, 232Ac, 233Ac, 234Ac, 235Ac, 236Ac